Minggu, 26 April 2015

Belajar Teknikal Analisis-Candle Stick

Analisa menggunakan Candlestick (1)

Analisa menggunakan analisa teknikal sudah dilakukan oleh penduduk Jepang sejak abad ke 17 dalam berdagang beras, walaupun bentuk analisa teknikal waktu itu berbeda dengan analisa teknikal saat ini. Menurut Steve Nison, grafik candlestick pertama kali dipakai pada tahun 1850. Pengembangan candlestick selanjutnya dilakukan oleh seorang pedagang beras yang amat terkenal bernama Munehisa Homma yang berasal dari kota Sakata.

Hingga saat ini analisa untuk menentukan pergerakan harga saham menggunakan candlestick masih menjadi salah satu analisa yang populer diantara investor dan analis saham. Banyaknya investor serta analis yang menggunakan candlestick dalam analisa mereka dikarenakan banyak informasi yang terkandung di dalamnya.


Pada dasarnya dalam sebuah candlestick terdapat ekor atas, tubuh (real body), ekor bawah. Bagian-bagian tersebut memberikan informasi harga pembukaan, harga terendah, harga tertinggi serta harga penutupan. Body atau tubuh dari candlestick dapat berisi warna entah itu merah dan hijau atau hitam dan putih. pada dasarnya jika body dari candle berwarna merah , maka harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan (harga saham turun). Sedangkan jika body berwarna hijau mengindikasikan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan (harga saham naik).

analisa candlestick 
candlestick

dalam analisa candlestick banyak pola-pola atau sering disebut Pattern yang akan menjadi petunjuk bagi kita dalam menentukan keputusan jual atau beli saham. Pattern candlestick dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu pattern Bullish dan pattern Bearish. Untuk membahas Pattern akan kita bahas di postingan selanjutnya.

" Investasikan waktu anda sebelum anda menginvestasikan uang anda"
----------satrianto----------

2 komentar:

  1. Jadi ingin belajar investasi ni...

    BalasHapus
  2. Lagi investasi waktu buat baca2 artikel berbobotnya Panda...

    BalasHapus